Prilaku Perundungan atau yang lebih dikenal dengan bullying akan menciptakan suasana ketidak nyamanan yang akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan krativitas, motivasi dalam mengupayakan daya lenting (resilience) yang lebih tinggi. Sehingga prilaku ini menjadi hambatan bagi bertumbuhnya kepemimpinan murid. Prilaku negative ini harus dihilangkang dengan menamkan sikap kepemilikan (ownership) terhadap lingkungan yang sehat dan positif. Untuk menumbuhkan hal tersebut maka diperlukan kesepakatan terhap nilai-nilai universal melalui suara-suara (voice) dari para anggota suatu ekosistem terkait kesamaan hak (equality). Para anggota dari suatu ekosistem harus menentukan pilihan (choice) terhadap prilaku-prilaku yang mendorong bertumbuhnya atmosfer belajar yang sehat.
Vidio rencana aksi
Alasan&Tujuan Aksi
Berdasarkan uraian diatas maka sangat penting budaya postif diujudkan dalam ekosistem sekolah. Kondisi yang sama terjadi pada murid-murid SMA Negeri 1 Sukamakmur dimana para murid masih sangat sulit untuk unjuk kebolehan dan menampikan prakarsanya sehingga untuk menumbuhkan kempemimpinan murid tentunya menghadapi hambatan. Kondisi ini menurut penulis dikarenakan tingkat perundungan masih terjadi diatara para murid. Kondisi ini menjadi alasa saya melaksanakan program intrakurikuler berupa proyek kampanye anti bullying.Proyek kampaye anti bullying ini laksanakan dalam materi bahasa inggris pada tema “caption” degan model kolaborsi dan diferensiasi produk. Program ini melibatkan para murid untuk membuat kampaye bebas bullying dalam bentuk yang meraka minati. Baik itu dalam berbentuk grafity, vidio pendek, meme maupun slogan anti perundungan.
Program intrakurikuler ini memberdayaka seluruh asset biotik terutaman komponen asset sumberdaya manusia yang memiliki pandangan positif sangat diperlukan untuk membangun ekosistem sekolah yang ramah dan bebas bullying sehingagga para murid dapat belajar dengan senang dan bahagia (Well-being). Aset paling peling penting disini adalah semua warga sekolah, orang tua dan masyarakat sekitar. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah:
Menciptkan suasana positif bagi bertumbuhnya kreativita menuju murid sehingga terujutnya murid dengan profil pancasila
Menumbuhkan gagasan dalam bentuk suara dan pilihan dalam mengapayakan anti perundungan
Menumbuhkan rasa kesamaan dan kesetaraan dalam kebhinekaan.
Melatih keterampilan murid dalam ict /pengunaan photo editor, dsb
Hasil dari Aksi Nyata
Adapun hasil dari aksinyata ini adalah adanya produk kampaye anti perundungan hasill karya para murid yang sangat bervariasi. Lebih dari pada itu, para murid menyadari bahaya dari perundungan dan mampu menyuarakan (Voice) terkait isu penting tersebut. Para murid juga mendapat kesempatan menyalurkan bakat dan minat mereka dengan memilih (Choice) moda untuk proyek yang ditugaskan. Dengan demikian para murid telah meliki (Ownership) rasa kebutuhan akan pentinya budaya positif bebas dari perundungan (bullying), pada akhirnya akan mengiternalisasi budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari secara lebih luas.
Perasaan (Feeling)
Dalam menjalankan program intrakurikuler ini saya sangat optimis jika aksi yang saya gagas ini akan memberi dampak signifikan pada terujudnya budaya positif di lingkungan sekolah. Saya yakin budaya postif akan lahir jika budaya perundungan secara berangsur hilang dikalangan murid dan warga sekolah, budaya saling mendukung dan memotifasi akan sangat berarti bagi para murid yang akan menyuburkan lahirnya suara (Voice),pilhan dan Kepemilikan yang berujung pada terujudanya kepemimpinan murid dengan profil pancasila.
Saya juga merasa sangat bahagia melihat aktifitas dalam mengerjakan proyek kampaye anti perundungan dimana para murid bebas memili media dan moda yang meraka kuasai dan minati karena dalam proses kegiatan ini saya mengadopsi pembelajaran berdifernsisasi.
Pembelajaran (Finding)
Dalam aksinyata ini pembelajaran yang dapat saya ambil bahwa pembelajaran harus dimulai dari murid dailakukan oleh murid dan juga ditujukan untuk murid. Selain itu pembelajaran haruslah mengedepankan suara (Voice), pilihan (Choice) dan juga dapat menumbuhkan kepemilikan (ownership) maka dari itu penting bagi seorang guru menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi dan juga membuka sebanyak mungkin peluang-peluang bertumbuhnya kepemimpinan murid.
Program intrakurikuler “ Proyek kampaye Anti Perundungan” akan merubah mindset atau sudut pandang murid dan warga sekolah terhadap universalitas dan kesamaan (Equality). Setiap orang adalah asset berharga bagi sesamanya, maka dari itu pengakuan dan penghargaan terbaik untuk hal itu adalah saling menghormati kelebihan dan kekurangan satu sama lain.
Penerapan Kedepan (future)
Penerapan kedepan saya berharap dapat meresonasikan budaya positif ini ke seluruh ekosistem sekolah, dan mengajak para guru agar dapat memilih materi-materi yang berkenaan yang mungkin diintegrasikan dengan pembalajaran anti perundungan. Dengan demikian akan terbentuk ekosistem sekolah yang lebih positif
Penyampain Gagasan Perlunya mengitegrasikan pendidkan anti perundungan dalam setiap mapel.
Proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip, dan pengujian keputusan di sekolah CGP.
Sidang kelulusan SMA Negeri 1 Sukamakmur Tahun 2022
1.Peristiwa (Fact) latar
a . Latar Belakang tentang situasi yang dihadapi
Sidang kelulusan adalah rapat besar dewan guru untuk memutuskan kelulusan murid setelah menempuh pendidikan selama 3 (tiga Tahu). Rapat yang diadakan setahun sekali ini selalu saja membawa suasana dilema bagi setiap guru, hal yang sama juga terjadi pada penulis. Perasaan bimbang senantiasa menyeruak menggelitik idelisme dan aturan yang berlaku.
b. Alasan mengapa melakukan aksi tersebut
Pada dasarnya syarat kelulusan telah dituangkan dalam permendikbud no.5 tahun 2015 terkait syarat kelulusan dan juga surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaaan no.1 tahun 2021 terkait peniadaan ujian nasional dan ujian kesetaraan dalam masa darurrat covid-19. Sekolah telah diberi peluang besar dan keleluasaan untuk menentukan kelulusan para muridnya secara mandiri berdasarka kriteria-kriteria yang ada.
Pada kesempatan itu saya sebagai wakil kepala sekolah dan sekaligus guru bahasa inggris kelas XII dihadapakan oleh 3 situasi yang menggiring saya pada situasi dilema. Situasi pertama saya sebagai guru bahasa inggris telah memutuskan untuk memberikan dispensasi kepada beberapa siswa yang dari sisi kehadiran sangat minim. Situasi kedua saya diharuskan mengikuti keputusan rapat untuk tidak meluluskan beberapa siswa yang menjadi pembahasan rapat. Situasi ketiga saya sebagai wakil kepala sekolah seharusnya memberikan penilaian yang bijaksana.
c. Hasil aksi nyata yang dilakukan
Untuk mengatasi ketiga dilemma diatas saya kemudian mencoba mempratikkan langkah dan prinsip pengambilak keputusan dengan melakukan beberapa analisis:
Nilai-nilai yang bertentangan dalam kasus ini jangka pendek melawan jangka panjang dan juga benar salah. Adapun terlibat dalam situasi ini adalah saya pribadi,sekolah ,siswa,teman sejawat,kepala sekolah,dan oarang tua siswa. Berdarkan fakta -fakta yang relafan :murid tidak isplin menghadiri pembelajaran harmpir 80% tidak hadir walau segala upaya telah dilakukan secara maksimal.
Dalam Pengujian benar salah, Dalam Uji legal : kasus ini menyangkut pelanggaran peraturan sekolah dan juga membangun image yang tidak baik terhadap almamater SMAN 1 Sukamakmur. Ditambah lagi dengan Uji regulasi : keputusan yang saya buat tidak melanggar regulasi apapun.
Selanjutnya Uji intuisi : keputusan yang kami buat didasari pada peraturan yang berlaku dan sudah melakukan langkah prefentif sebelum hal ini terjadi namun tidak mendapat tanggapan dan dukungan orang tuan murid. Selain itu hal ini terkait keberlajutan proses pembelajaran untuk murid-murid yang lain dimasa yang akan datang.
Demikian pulan dengan Uji panutan : Saya merasa orang yang menjadi panutan saya akan mengambil keputusan yang sama jika saja situasi ini terjadi
Tahap terakhir pengujian paradigma benar lawan benar : dalam kasus ini dipilih jangka pendek melawan jangka panjang dan juga Benar lawan salah.
2.Perasaan (Feelings)
Setelah mengambil keputusan terhadapa tiga dilema dalam aksinyata yang saya hadapi saya merasa semakin mantap terhadap keputusan yang telah saya ambil bersama guru pada saat rapat kelulusan tersebut. Saya merasa keputusan tersebut tidak mencederai rasa keadilan dan tidak pulan mendiskriminasi murid. Langkah yang telah diambil semata-mata agar terjadi perubahan signifikan dalam diri murid untuk lebih menghargai sebuah proses.
3.Pembelajaran (Finding)
Adapun pembelajaran yang saya dapatkan dari aksinyata tersebut adalah pentingnya sebuah keputusan diambil dengan berdasarkan pemikiran dan kebijaksanaan dengan dukungan data-data yang valid dan reliable, sehingga keputusan yang dibuat memiliki legal standing yang kuat. Dari aksinyata tersebut saya juga belajar tentang bagaimana seharusnya sebuah keputusan memihak kepada murid namun tidak mengabaikan etika, moral dan aturan yang berlaku.
4. Penerapan ( Future )
Saya berharap dimasa-masa yang akan datang dalam setiap pengambilan keputusan dapat didasarkan oleh kebijaksanaan , etika, moral dan juga data. Untuk meminimalisir dilemma saat pengambilan keputusan pada sidang kelulusan yang akan datang, maka diperlukan langka-langkah penanggulangan yang harus diambil oleh saya dan para guru, sebisa mungkin mendapingi murid dan berkomunikasi secara intens dengan wali murid. Selain itu mengumpulkan semua data terkait murid adalah hal yang sangat krusial bagi seorang guru. Data terkai sikap, capaian kompetensi, dalam lain-lain.
Guru sebagai agen utama dalam menggerakkan perubahan memainkan pernan penting. Salah satu peran guru adalah sebagai pemimpin pembelajaran. Sebagai pemimpin suatu pembelajaran, seorang guru senantiasa dihadapkan oleh situasi yang mengaharuskan mengambil keputusan-keputusan penting terkait dirinya maupun murid yang sedang dituntuntnya. Dalam situasi ini guru hendaknya senantiasa berlaku sebijaksana mungkin dengan memperhatikan segala aspek serta merefleksikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh istitusi yang menaunginya tersebut, sehingga bisa dijadikan rujukan atau teladan bagi seluruh warga sekolah terutama bagi para murid-muridnya. Peran guru tersebut tercermin dalam semboyan patrap triloka Ing Ngarso sung tulodho.
Sebagi pemimpin pembelajaran, guru hendaknya memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk menghadapi setiap konsekuensi dan implikasi dari setiap keputusan-keputusan yang diambil. Tentunya juga guru hendaknya senantiasa berlaku hati-hati dan menggunakan dasar yang kuat ketika memutuskan seuatu keputusan yang menyangkut hajat hidup dan masa depan murid, walau tidak semua keputusan bisa sepenuhnya mengakomodir seluruh kepentingan para pemangku kepentingan. Sikap kepemimpinan yang positif akan memberi semangat serta motivasi guru untuk selalu berkarya dan berinovasi sehingga akan menjadi teladan dalam memberikan yang terbaik bagi pendidikan yang secara tidak langsung memberi semangat juga bagi semua warga sekolah terutama para murid-murid nya (Ing Madyo Mangun Karso).
Pemgambilan keputusan seseorang sangatlah dipengaruhi oleh pengalaman dan latar belakang yang membentuk pola fikirnya. Sebagai pemimpin pembelajaran, guru diharapkan melakukan proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, dengan segala kompetensi kesadaran diri (self awareness), pengelolaan diri (self management), kesadaran sosial (social awareness) dan keterampilan berhubungan sosial (relationship skills) sehingga akan mewujudkan falsafah Tut wuri handayani dengan memberikan dorongan secara moril maupun materil bagi semua warga sekolah tak terkecuali murid-muridnya.
Pengalaman dan latar belakang yang berupa nilai-nilai yang tertanam dalam diri seseorang akan berpengaruh kepada prinsip-prinsip dalam pengambilan suatu keputusan. Nilai-nilai yang tertanam dalam diri secara kodratik sebagai makhluk tuhan bahwa segala perilaku dan perbuatan sekecil apapun akan dipertanggungjawabkan kelak diakhirat. Terkait peran guru sebagai role model dalam mentrasmiterkan nilai-nilai kejujuran, integritas, bisa diajarkan melalui pengamalan dan keteladan pada murid-murid. Selain itu, pengamalan dari nilai-nilai keagamaan akan membawa kebaikan yang sejalan dengan nilai-nilai kebajikan universal sehingga akan saling menguatkan untuk membentuk murid sebagai murid dengan profil pelajar pancasila.
Sebagai pemimpin pembelajaran yang handal, guru hendaknya dalam melaksanakan tugasnya memiliki keterampilan coaching untuk mampu menuntut murid-muridnya mandiri. Coaching sangat membantu dalam menguji dan menuntun pengambilan keputusan yang telah dan akan diambil. Apakah keputusan-keputusan yang diambil berbasis etika, sesuai visi misi sekolah yang berpihak pada murid, budaya positif, serta nilai-nilai yang dianggap penting dalam sebuah institusi, sehingga prinsip-prinsip dasar yang menjadi acuan juga akan lebih jelas. Keterampilan coaching juga dibutuhkan guru untuk mengoptimalkan potensi serta bakat dari setiap anak didiknya. Dengan coaching, guru bisa membantu peserta didik menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar murid. Dengan keterampilan coaching guru akan mampu memotivasi dan mendorong serta membantu murid-murid menemukan serta menggali potensinya secara optimal, sehingga akan melatih para murid untuk mandiri, bertanggung jawab dengan setiap keputusan yang telah diambil dengan didasarkan pada nilai-nilai moral dan etika yang relevan.
Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika akan semakin mengasah rasa empati seorang guru. Nilai empati yang terlatih akan membantu dalam memetakan paradigma dilema etika agar dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran lebih bijaksana dan mengedepankan pemikiran yang mendalam yang memanfaatkan otak kebijaksanaan bukan sebaliknya. Pemikiran yang mendalam dan pengelolaan diri dengan kesadaran penuh (Mindfulness) akan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan tersebut, sehingga keputusan yang dihasilkan lebih berkualitas dan dapat dipertanggujawabkan secara logika dan data.
Pengambilan keputusan haruslah didasari oleh etika, sesuai visi misi berpihak pada murid, budaya positif serta nilai-nilai yang dianggap penting dalam sebuah institusi sehingga prinsip-prinsip mendasar yang menjadi acuan akan jelas sehingga mampu mewujudkan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman sehingga tercipta atmosfer (suasana) yang mendukung para murid untuk tumbuh sesuai dengan profil pelajar pancasila. Sebagai pemimpin pembelajaran guru hendaknya mampu memetakan 4 paradigma dilema etika yaitu individu vs masyarakat, rasa keadilan vs rasa kasihan, kebenaran vs kesetiaan dan jangka pendek vs jangka panjang dalam setiap pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan juga harus berpegang pada 3 prinsip pengambilan keputusan yaitu prinsip berbasis hasil akhir, prinsip berbasis peraturan, dan prinsip berbasis rasa peduli. Serta dipadukan dengan 9 langkah pengambilan keputusan. Sembilan keputusan tersebut yaitu:
Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan
Menentukan siapa saja yang terlibat
Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan
Pengujian benar atau salah yang didalamnya terdapat uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, uji keputusan panutan/idola
Pengujian paradigma benar lawan benar
Prinsip Pengambilan Keputusan
Investigasi Opsi Trilemm
Buat Keputusan, dan
Tinjau lagi keputusan Anda dan refleksikan
Dalam setiap proses pengambilan tidak dipungkiri bahwasanya guru selalu saja melibatkan dilema etika dan bujukan moral sehingga pengambil keputusan mengalami kegamangan. Kegamangan dalam pengambilan keputusan terkait dilema etika diantaranya disebabkan oleh nilai-nilai dan budaya masyarakat yang terkadang terasa absurb ketika dihadapkan pada nilai dan aturan yang berlaku. Paradigma berpikir dari semua warga sekolah serta masyarakat lingkungan sekolah yang terkadang juga terpengaruh kodrat zaman dan kodrat alam setempat. Dikuatkan lagi dengan begitu mudahnya arus informasi dewasa ini diperoleh dari berbagai sumber yang tidak terbatas, dan kemampun literasi yang rendah juga menjadi bumerang sehingga mempengaruhi pola pikir individu dewasa ini.
Dalam menjalankan peran sebagai seorang pendidik, guru hendaknya memiliki keterampilan yang mumpuni dalam pengambilan keputusan yang berkualitas. Kaitannya dalam lingkup sekolah terutama sebagai pemimpin pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas, guru dalam mengambil keputusan hendaknya menerapkan prinsip keperpihakan kepada murid, sehingga setiap langkah dan keputusan pembelajaran yang diambil akan memposisikan murid menjadi prioritas utama. Keberpihakan akan ini melahirkan ruang-ruang pembelajaran yang akan memerdekakan murid-muridnya. Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang tepat yaitu pengambilan keputusan berbasis etika, sesuai visi misi berpihak pada murid, budaya positif serta nilai-nilai yang dianggap penting dalam sebuah institusi sehingga prinsip-prinsip dasar yang menjadi acuan akan jelas yang mewujudkan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman sehingga menciptakan lahan bagi tumbuhnya bakat-bakat dan potensi dalam diri murid bisa secara optimal sesuai dengan kondratnya masing-masing yang menggambarkan profil pelajar pancasila.
Pengambilan keputusan yang tepat dan bijak oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran akan sangat berdampak pada masa depan murid-muridnya. Keputusan seorang guru akan menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi setiap muridnya. Keputusan-keputusan tersebut akan menjadi contoh teladan yang akan memberikan motivasi serta mendukung terhadap potensi yang dimiliki murid. Hal tersebut akan menjadi pengalaman-pengalaman yang akan membentuk dan mempengaruhi cara padang seorang murid dimasa yang akan datang. Maka dari itu hendaknya setiap keputusan yang dibuat seorang guru dalam pembelajaran harus mampu memaksimalkan potensi setiap murid sesuai dengan kondratinya masing-masing. Capaian seorang guru bukan hanya melatih kecerdasan kognitif dan motorik namuan juga kecerdasan sosial- emosional serta spiritual secara utuh. Hal ini sesuai dengan filososi Ki Hajar Dewantara bahwasanya maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat. (Ki Hadjar Dewantara, 1936, Dasar-dasar Pendidikan, hal. 1, Paragraf 4). Capaian ini hendaknya menjadi tolak ukur keberhasilan seorang guru sebagai agen perubahan yang transformasional
Akhirnya dapat kita simpulkan hakikat pendidikan adalah sebagai usaha untuk menginternalisasikan nilai-nilai budaya ke dalam diri anak, sehingga anak menjadi manusia yang utuh baik jiwa dan rohaninya. Murid haruslah memiliki kebebasan berfikir dan berkembang sesuai dengan kodratnya masing-masing. Untuk mencapai kebebasan berpikir dengan merdeka belajar, guru harus senantiasa selalu berinovasi menciptkan suasana kelas yang mendukung tumbuh kembang murid, selain itu dalam menyajikan pembelajaran hendaknya mampu melatih murid untuk mandiri, berani dan percaya diri sesuai nilai dan peran guru penggerak agar pembelajaran berpusat pada anak (Student Centered). Sehingga para murid secara aktif menemukan dan mengembangkan potensinya masing-masing sesuai dengan bakat, kesiapan dan profil belajarnya . Murid akhirnya mampu berpikir secara luas dan bebas dengan tetap memegang teguh budaya luhur. Guru berperan memberi keteladan sesuai nilai dan peran guru dengan falsafah pedidikan Indonesia (Ing Ngarso Sung Tuladha), ditengah selalu memberi semangat dan motivasi serta berkarya dan berinovasi (Ing Madyo Mangun Karso) dibelakang memberi dorongan (Tut wuri handayani).
Sebagai seorang guru dengan falsafah among, saya sangat menyadari berperan dalam tumbuh kembang murid. Memberi ruang bagi tumbuh kembang peserta didik sesuai dengan kondratnya masing-masing. Untuk itu diperlukan pandangan yang jernih dan mengedepankan pemikiran yang luhur dan bijaksana dalam setiap langkah dengan penuh pertimbangan untuk mencapai visi pendidikan yang seutuhnya.
vidio aksi nyata.
Untuk menjadi guru yang ideal hendaknya harus dimulai dari komitmen yang tinggi terhadapa nilai dan peran guru penggerak, dalam hal ini perlu diaktualisasikan dalam keseharian seorang guru sehingga menjadi sebuah kepribadian yang menyatu. Guru harus menjadi role-model perubahan yang mampu meresonansi pembaharuan postif kepada murid dan lingkungan sekolah sehingga terujudnya siswa dengan profil pancasila yang menjadi visi pamungkas.
Dinamika dalam mendapingi tumbuh kembang murid tentunya sangat beragam direnakan latar belakang yang heterogen dari para murid itu sendiri, tak jarang hal ini menimbulkan gesekan yang mengarah pada hal-hal yang diluar harapan. Seorang guru dituntut untuk dapat memberikan atmosfer budaya positif dalam setiap keputusan dan kebijakan yang diambil dengan tetap pada prinsip mengedapankan kepentingan murid dengan memahami kebutuhan dasar mereka.
Paradigma kesidisiplinan harus dibawa kepada ranah kesadaran diri untuk melakukan perubahan melalui belajar bukan dari pengaruh eksternal. Hal ini dapat dibangun melalui keyakinan positif terhadap nilai-nilai universal. Dalam penyelesaian kasus-kasus murid harus mengedepankan restusi diibandingkan, hukuman tidak akan menyelesaikan masalah secara utuh, namun keyakinan akan kosekewensi akan memberi dampak jangkap panjang pada perubahan positif pada karakter murid yang sedang tumbuh dan berkembang. Untuk itu guru hendaknya memposisikan diri pada posisi kontrol yang tepat, dengan menerap segitiga resitusi dalam setiap kasus yang dihadapi murid, dengan harapan terbentuknya karakter positif yang kuat dalam diri murid sebagai cerminan pelajar dengan profil pancasila.
refleksi dari pemahaman atas keseluruhan materi Modul Budaya Positif
Setelah mengikuti modul budaya positif ini, memahami bahwah disiplin ialah sikap seseorang yang mampu mempertanggungjawabkan dirinya serta tertibnya laku diri dari segala hak dan kewajibannya. Sehingga seseorang harus paham betul alasan mengapa mereka mengikuti suatu hal, sehingga motivasi yang terbangun adalah motivasi intrinsik, bukan ekstrinsik.
Selain itu, terkait fungsi control guru, ada lima fungsi control guru yang telah saya pelajari yaitu:
Ada 5 posisi kontrol yang lazim dipraktikkan guru yaitu sebagai : Penghukum, Pembuat Orang Merasa Bersalah, Teman, Monitor (Pemantau) dan Manajer.
Guru dengan posisi kontrol sebagai penghukum, senantiasa mengatakan bahwa sekolah memerlukan sistem atau alat yang dapat lebih menekan murid-murid lebih dalam lagi.
Guru dengan posisi kontrol ini biasanya guru akan bersuara lebih lembut. Pembuat orang merasa bersalah akan menggunakan keheningan yang membuat orang lain merasa tidak nyaman, bersalah, atau rendah diri. Kata-kata yang keluar dengan lembut.
Guru pada posisi ini tidak akan menyakiti murid, namun akan tetap berupaya mengontrol murid melalui persuasi. Posisi teman pada guru bisa negatif ataupun positif. Positif di sini berupa hubungan baik yang terjalin antara guru dan murid. Guru di posisi teman menggunakan hubungan baik dan humor untuk mempengaruhi seseorang.
Dalam posisi pemantau guru melakukan pengawasan, dan bertanggung jawab atas perilaku orang-orang yang diawasi. Posisi pemantau berdasarkan pada peraturan-peraturan dan konsekuensi. Dengan menggunakan sanksi/konsekuensi, guru dapat memisahkan hubungan pribadi dengan murid.
Lain hal nya posisi guru sebagai manajer, pada posisi ini guru menjadi mentor di mana guru berbuat sesuatu bersama dengan murid, mempersilakan murid mempertanggungjawabkan perilakunya, mendukung murid agar dapat menemukan solusi atas permasalahannya sendiri. Seorang manajer telah memiliki keterampilan di posisi teman maupun pemantau, dan dengan demikian, bisa jadi di waktu-waktu tertentu kembali kepada kedua posisi tersebut bila diperlukan.
Disampin itu ada lima kebutuhan dasar manusia yang patut diketahui oleh seorang guru yaitu:
Kebutuhan untuk bertahan hidup (survival)
Cinta dan kasih sayang (love and belonging)
Kebebasan (freedom)
Kesenangan (fun), dan
Kekuasaan (power).
Dalam membangun keyakinan kelas akan lebih bermakna dibandikankan dengan peraturan kelas, keyakinan kelas beranjak dari nilai-nilai positif yang diyakini dan disuaran untuk disepakati bersama. Suatu keyakinan akan lebih memotivasi seseorang dari dalam, atau memotivasi secara intrinsik.
Restitusi sebuah cara menanamkan disiplin positif pada murid, proses ini menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat. Dalam resitusi terjadi kolaborasi antara guru dan murid yang mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah nya, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain.
Mari mulai dari diri untuk menebar energei positif dan membudayakan budaya positif di linkungan sekolah.
Menutub blok ini saya, ingi menyampaikan sebuah kutipan ” kamu adalah apa yang kamu fikirkan” jadi mari mulai dari fikiran positif untuk melahirkan aksi-aksi yang positif.
PENGERTIAN: Application letter yang juga biasa disebut dengan cover letter merupakan dokumen yang dipergunakan untuk melamar kerja. Biasanya, surat ini disertakan dengan resume atau Curriculum Vitae (CV) yang memberikan informasi tambahan terkait kemampuan dan juga pengalaman kerja sebelumnya sang pelamar.
Fungsi sosial
Struktur teks
Unsur kebahasaan
Menimbulkan kesan positif tentang kesesuaian pelamar dengan pekerjaan yang dilamar
1. Tempat dan tanggal 2. Penerima dan alamatnya 3. Sapaan 4. Isi surat 5. Penutup 6. Tanda tangan dan nama lengkap
a. Ungkapan dan kosakata yang sesuai b. Ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, tanda baca, dan tulisan tangan
The purpose about the personal letter is to convey personal opinion or interest.
1. Place and Date: It tells about the specific time the letter is written; 2. Recipient Address: It contains the complete postal address of the receiver of the message; 3. Greeting: An interjaction that is used to open the conversation of the letter; 4. Contents : Several paragraphs claborates the aim of the letter; 5. Writer’s Hope: It states what the writer wishes for that the receiver of the message would do; 6. Closing: A signature from the writer and the proper closing statement.
1. Parts of Aplication letters
There are several diferent common types of business letters. There are letters of order, request, application, and recommendation.
Heading / the letter of head, contains:
The simple form of the letterhead :
name of the firm
address of the firm
telephone number
A bigger company includes:
email address
code book
bank reference
office branch
varieties of comodities
The Date Line
The date line is placed in the right corner, in the middle, or on the left below the letterhead. It consists of date, month, and year. In business letter date should be written by cardinal number. There are two ways to write the date line. A. 25 august 2005,(this is generally used in military correspondence).
B. august 25, 2005.(before the year, insert a comma). It is not necessary to repeat the name of the town, city or country if they are already mentioned in the letterhead.
The inside address
The “inside address” identifies the person to whom your letter is addressed. In a business letter, “inside address” is placed on the left side of the page at least three or four lines spaces below the date line.
The inside address consist of the name of a person to whom. Your letter is being sent with his title or position if any, and you must include his complete address, name of a firm, city, country.
Attention line
You may use attention line when you want your letter to be delivered immediatelly to the person who is best qualified to handle the subject of the letter. The attention line is placed on the left margin, below the inside address.
Solutation
The solutation is the introductory greeting of the letter. It always starts at the left margin.
Solutation
When to use
Dear Sir/Dear Sirs
Male addressee (esp. In British English)
Gentlemen
Male addressee (esp. In American English)
Dear Madam
Female addressee (esp. In British English)
Ladies
Female addressee (esp. In American English)
Dear Sir or Madam
Gender unknown (esp. In British English)
Ladies and Gentlemen
Gender unknown (esp. In American English)
To whom it may concern
Gender unknown (esp. In American English)
Business partners often call each other by their first names. In this case, write
the solutation as follows:
Dear Sue
Punctuation
In British English, don’t use any punctuation mark or use a comma.
Dear Mr Miller or Dear Mr Muller,
In American English, use a colon:
Dear Mr. Muller:
Ms, Miss or Mrs?
Mrs – to address a married woman
Miss – to address an unmarried woman (rarely used now)
Ms – to address a woman whose marital status you don’t know; also used to address an unmarried woman.
The subject line
Sometime you may think necessary to use the subject line in your business letter, because it will be helpful to the person to whom you write to know at a glance what your letter is about. It is placed two ines below the solutation.
The Body of the letter
The body of the letter contains your “message” directed to the person with whom you wish to comunicate. The content of the letter is divided into three line:
Opening paragraph
Message of the letter
Closing paragraph.
Single – space the body of your letter if the content is long. Double – space the body of the letter if its contents is short.
The complimentary close
Just as the solutation greets the reader of at the beginning of a letter, the complimentary close says good – bye at the end. These two parts of the letter should be consistent in their degree of formality.
The complimentary close should end with a comma is not normally used. The close should be placed two line below the body of the letter.
In an American English letter that opens with:
The complimentary close could be:
Dear Mr. Caldwell
Your truly or
Dear sir or Madam
Very truly yours
A British English letter that opens with:
The complimentary close could be:
Dear Sir or Madam
Your faithfully
Dear Mr. Caldwell Dear Bill
Yours sincerely
For an informal closing in an American english, Cordialy or Best Regards is appropriate. Less formal letters in British English may close in a similar fashion to those in American English.
The signature line
The signature gives authenticity to the message. Its includes name and title. The signature should be written in ink. It is good to write your name below your signature. Four line spaces should be allowed for your signature.
Identification Initial
Identification initials are the initials of the dictator followed by those of the typist/stenographer. If Mr. John Smith dictated the letter, it will be J;S, or J/S. and the sectretary types the letter Panggih Yuwono =P;Y or P / Y.
Enclosure reference
The word “enclosure” tells the recipient that some material in addition to the letter is included. The word “enclosure” may be either abbreviated to “enc”, oc “encl” in full. The word “ enclosure” is placed one or two lines below the identification initial.
Toton Vidio berikut untuk menyimpulkan materi hari ini!
Expressions to offer help are expressions which are used when you want to help someone to do something.
When we want to offer help, we say:
Offering Help/Services:
Can I help you?
Let me help you.
May I help you?
Do you need help?
Can I do something for you?
Do you want something to eat?
Would you like some help?
Shall I get you something to read?
Need help?
Offering assistance:
Perhaps I could assist you with that.
Could I assist you in some way?
May I offer you assistance?
In a shop
Are you looking for something?
How can I help you?
What can I do for you?
Other useful expressions:
I’d be happy to type the letter for you
Can I type the letter for you?
I can type the letter for you if you want.
If you don’t mind, I can type the letter for you.
If you like, I’ll type the letter for you.
Do you want me to type the letter for you?
Let me know if you need help with anything
If you need any help, just let me know
Shall I type the letter for you?
Accepting an Offer
Yes. Please
Yes, I need it very much. Thank you.
How kind of you. Thanks a lot.
Yes, that would be great.
Thanks. I’m very much obliged.
That would be so kind. Thank you.
Oh really? Thanks a million.
Thanks. That just what I need.
Declining an Offer
Thanks, but I can do it myself.
It’s okay. I’ll handle it myself.
No, it’s okay. Thanks.
No, thanks. I’ll be alright soon.
Example in Dialoge
Mr. George is cleaning his garden. He uses many gardening tools such as sickle, hoe, spade, and big scissors. Billy is offering a help. Billy : “what are you doing, Dad”
Mr. George : “I am going to plant some vegetables”
Billy : “can I help you?” (offering)
Mr. George : “yes, please clean the soil from the grass after I hoe” (accepting)
Billy : “Certainly, Dad”
Expression of Offering to bring something – At the Party
Sarah : Hey, everyone! Thank you for coming to my party
Yani : It’s a very kind of you for having us here, Sarah. Happy birthday, by the way
Fanti : We are really glad to come here. Happy birthday, Sarah
Rendra : Yeah, your party is really nice. Happy birthday, Sarah
Sarah : Thank you, everyone. I’m very happy to have you here too. By the way, have you enjoyed the food? Would you like some tart cake? I have tart cake from my parents.
Rendra : Oh, really? Is that okay? I would love to have some
Yani : Oh, thank you, Sarah. Please, don’t bother
Fanti : Thank you, Sarah. It’s okay. Thank you for the offer
Rendra : Well… if nobody likes it, maybe you can get some for me, Sarah
Yani : Oh, don’t be so ravenous, Rendra! You have just eaten many sweets.
Rendra : Oh… but….
Sarah : Hahaha. Its okay… it’s okay, guys. I really don’t mind. Okay, wait a minute, I’ll get the cake.
Rendra : Yes, thank you, Sarah. Just a tiny slice will be okay.
Sarah : Hahaha. It’s alright, guys. Okay, enjoy the party while I’m going for the cake. (Sarah going to bring the cake)
Rendra : Hey, I drank a very fresh smoothie right there. Do you want some smoothies?
Yani : Really? Yes, I want some!
Fanti : Oh no thank you. I get cough. I think I’m not going to drink cold drinks for a while.
Rendra : Well, there is a hot chocolate drink. Shall I help yourself to some hot chocolate?
Fanti : Oh really? Thank you, Rendra. That’s a very kind of you.
Rendra : No problem. Okay, I will get the drinks. You two wait here for Sarah.
Fanti : Alright. Thank you, Rendra.
Vocabularies Expression of Offering Help – Menawarkan Bantuan
= noun / kata benda
= verb / kata kerja
adj. = adjective / kata sifat
It’s a very kind of you = Anda baik sekali (Pujian)
Thank you for having us here = terima kasih untuk menerima/mengundang kami datang ke sini
Tart cake = kue tart n.
Offer = tawaran n.
Ravenous = rakus adj.
Sweets = kue/makanan manis n.
I don’t mind = Saya tidak keberatan
Wait a minute = tunggu sebentar
Trouble = menyulitkan, merepotkan v.
Slice = potongan n.
Smoothie = minuman dingin n.
I get cough = saya sedang batuk
For a while = untuk sementara waktu
Basic Sentences Expression of Offering Help – Menawarkan Bantuan
Menawarkan sesuatu dengan sopan (formal)
–Would you like some cake? Would you like a glass of milk?
Menawarkan sesuatu biasanya dengan orang sudah dikenal, tidak terlalu sopan
–Do you want a cup of tea?
Menawarkan sesuatu (informal)
– Have some coffee? Have some cake? Some sandwinch? Menawarkan sesuatu (formal), biasa dilakukan orang Inggris
– Fancy a drink? Sama dengan Do you want a drink? Menawarkan sesuatu kepada seseorang yang belum tahu apa maunya
– Can I get you something? Can I get you anything?
Jika Anda ingin orang lain mendapatkan apa yang dia butuhkan, dapat menggunakan
– That’s milk. Help yourself
– Help yourself to some milk
– Shall I help yourself to some milk? (Sambil menawarkan)
Anda sudah yakin apa yang orang lain mau (informal)
– Let me get you some milk
Jika belum terlalu yakin (informal)
– Do you want me to bring you a glass of milk?
– Should I get you some snack?
– I will get you a cup of coffee if you want
– Can I get you some drink?
Menjawab/merespon tawaran dari orang lain
– Yes, please
– Thank you
– Thanks
– Thank you, that would be great
– Thank you, that’s a very kind of you (sopan)
Menolak tawaran orang lain
– No, thank you
– No, it’s okay, thank you
– No, I’m fine, thank you
– Please, don’t bother (dengan sopan)
Contoh Kalimat Asking for Help Asking for Help adalah meminta bantuan kepada seseorang. Berikut ini adalah contoh kalimatnya dalam bahasa inggris dan terjemahannya.
Can you help me? (Bisakah kamu menolongku)
Could you please give me a hand? (Bisakah kamu menolong saya?)
Would you like to help me? (Maukah kamu menolongku?)
Would you mind to come to my house? (Bisakah kamu datang ke rumahku?)
Could you pass the salt over there, please? (Bisakah kamu mengoper garamnya tolong?)
Could you take the garbage outside? (Bisakah kamu membawa sampahnya keluar?)
Could you bring me the newspaper? (Bisakah kamu membawakanku koran?)
Could you please open the door? (Bisakah kamu membukakan pintunya?)
Could you lend me some money? (Bisakah kamu meminjamkan aku uang?)
Can you please come here for a second? (Bisakah kamu datang kesini sebentar saja?)
Responses for Accepting for Help (Tanggapan menerima untuk membantu)
Okay (Baiklah)
Yes, I can. (Ya, aku bisa)
Okay, No problem. (Tentu, tidak masalah)
Sure (Tentu saja)
Certainly (Tentu saja)
No Problem (Tidak masalah)
Responses for Declining for Help (Tanggapan menolak untuk membantu)
I’m sorry, I can’t. (Maafkan aku, aku tidak bisa)
Sorry, I can’t do it. (Maaf, aku tidak bisa melakukannya)
Sorry, I’m busy. (Maaf, aku sibuk)
You better manage it on your own. (Kau urus saja sendiri)
I’m afraid I can’t do it (Aku takut aku tidak bisa melakukannya)
Contoh Kalimat Offering for Help
May I help you? (bolehkah aku membantumu?)
Would you like to help me? (bisakah kau membantuku?)
Could you pass the salt over there, please? (bisakah anda mengoper garam di sebelah sana tolong?)
Would you like to come to my house? (bisakah kamu datang ke rumahku?)
Would you mind if I sit here? (apa tidak apa apa jika aku duduk disini?)
Open the window, please. (buka jendelanya, tolong)
Could you please move to another chair? (bisakah kamu pindah ke kursi lain tolong?)
Would you like a cup of coffee?(maukah kamu secangkir kopi?)
Could you please tell me where is the library? (bisakah kamu menunjukkan dimana perpustakaan?)
Would you like to take the garbage outside please? (maukah kamu membawa sampah keluar tolong?)
May I give you a hand? (Bisakah aku membantumu?)
Shall I bring you a pillow? (haruskah aku membawakanmu bantal?)
Can I do the dishes for you? (bisakah aku mencuci piring untukmu?)
Shall I help you with your project? (haruskah aku menolongmu dengan tugasmu?)
Would you care for another cup of tea? (maukah kamu secangkir teh lagi?)
Accepting Offers (Menerima Bantuan)
Thank you. (terimakasih)
Yes, please. (ya tolong)
I’d like it very much. (aku akan sangat menyukainya)
I’m pleased to do that. (aku senang melakukannya)
With Pleasure thank you. (dengan senang hati, terimakasih)
Yes please. I really appreciate it. (ya tolong, aku sangat menghargainya)
Thank you, it’s very kind of you (terimakasih, kamu baik sekali)
Yes, please, that would be lovely(ya tolong, itu akan sangat menyenangkan)
Declining Offers (Menolak Bantuan)
No thanks. (tidak terimakasih)
I can’t, thanks anyway (aku tidak bisa, terimakasih)
No, I really won’t, thank you (tidak, aku tidak mau, terimakasih)
It’s okay, I can do it myself. (terimakasih, aku bisa melakukannya sendiri)
No thank you. (tidak terimakasih)
No thanks, I don’t need any help (tidak terimakasih, aku tidak membutuhkan bantuan)
Don’t worry, I will do it myself. (jangan khawatir, aku akan melakukannya sendiri)
That’s alright, I will manage it on my own. (tidak apa apa, aku akan melakukannya sendiri)
Contoh Dialog Asking For Help
Dialogue I
Anita : Hello Ms. Ratu you looks so busy, may I help you?
Ms. Ratu : Yes I am. Could you please bring students’ homework books in my table?
Anita : Sure, and where should I bring it to?
Ms Ratu : Please bring the books to your class, and say sorry to your friends that I may coming late to the class.
Anita : Okay Miss Ratu. Is there anything else?
Ms Ratu : No it’s enough. Thank you very much for your help Anita.
Anita : Your welcome.
Dialogue II
Rianda : Excuse me. Miss. May I ask you something.
Ms. Sisca : Yes, Rianda. What’s the matter ?
Rianda : May I borrow your dictionary ? I need to look up a new word.
Ms. Sisca : Sure. Here you are.
Rianda : Thank you, Miss. I’ll return it as soon as possible.
Ms. Sisca : No problem.
Contoh Dialog Offering for Help
Dialog I
Mr. Jack : Hello waiter, can you come here for a second?
Waiter : Sure. What can I help you sir?
Mr Jack : Could you bring me some salt?
Waiter : Yes sir. and would you like to try some coffee? We have the best quality in this town.
Mr. Jack : Wow it would be really lovely to try it.
Waiter : Ok sir, is there anything can i help you with?
Mr. Jack : No thanks, I think it’s enough.
Waiter : Okay I will bring it to you now.
Dialog II
Kissha : Hey you looks pale, what’s wrong with you?
Helen : My stomach hurts, maybe this is because I didn’t take breakfast this morning.
Kissha : May I bring you to the UKS?
Helen : Sure, It would be really helpful.
Kissha : Would you like me to bring you some foods?
Helen : Yes please.
Kissha : Okay, but I will take you to UKS first then I will bring you foods and medicine.
3.2 Membedakan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks khusus dalam bentuk surat lamaran kerja, dengan memberi dan meminta informasi terkait jati diri, latar belakang pendidikan/pengalaman kerja, sesuai dengan konteks penggunaannya
4.2.1 Menangkap makna secara kontekstual terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks khusus dalam bentuk surat lamaran kerja, yang memberikan informasi antara lain jati diri, latar belakang pendidikan/pengalaman kerja 4.2.2 Menyusun teks khusus surat lamaran kerja, yang memberikan informasi antara lain jati diri, latar belakang pendidikan/pengalaman kerja, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar dan sesuai konteks
PENGERTIAN: Application letter yang juga biasa disebut dengan cover letter merupakan dokumen yang dipergunakan untuk melamar kerja. Biasanya, surat ini disertakan dengan resume atau Curriculum Vitae (CV) yang memberikan informasi tambahan terkait kemampuan dan juga pengalaman kerja sebelumnya sang pelamar.
Fungsi sosial
Struktur teks
Unsur kebahasaan
Menimbulkan kesan positif tentang kesesuaian pelamar dengan pekerjaan yang dilamar
1. Tempat dan tanggal 2. Penerima dan alamatnya 3. Sapaan 4. Isi surat 5. Penutup 6. Tanda tangan dan nama lengkap
a. Ungkapan dan kosakata yang sesuai b. Ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, tanda baca, dan tulisan tangan
The purpose about the personal letter is to convey personal opinion or interest.
1. Place and Date: It tells about the specific time the letter is written; 2. Recipient Address: It contains the complete postal address of the receiver of the message; 3. Greeting: An interjaction that is used to open the conversation of the letter; 4. Contents : Several paragraphs claborates the aim of the letter; 5. Writer’s Hope: It states what the writer wishes for that the receiver of the message would do; 6. Closing: A signature from the writer and the proper closing statement.
a. use the present tense b. use the verbs to indicate actions and feelings c. use the future tense for suggesting solutions to problems the job
Berikut contoh dan surat lamaran kerja (Application Letter)
Nah, berikut jika jika Cover letter dalam format Email:
Untuk lebih memahami bagian-bagian ( structure of the text) surat lamaran kerja (Application Letter) perhatikanlah bagian 2 model Application Letter berikut ini:
Cara menulis Aplication Letter:
Apa saja yang harus kita tuliskan dalam application letter, sebelum menulis pastikan apa yang diingikan oleh pemberi kerja, biasanya hal itu bisa kita lihat pada iklan lowongang kerja (Job Vacancy)
Untuk lebih meningkatkan pemahaman mu, tontolah secara seksama vidio di atas.
Perhatikan Iklan lowongan kerja (Job Vacancy) dan Surat Lamaran Kerja (Cover Letter) berikut ini, apa saja yang harus kamu tulis/ketik dalam surat lamaran kerja agar sesui dengan iklan lowongan kerja:
TUGAS : Selanjut nya coba susun jumbel teks (teks acak) dan paragraph berikut ( dalam tabel kiri) hingga menjadi urutan yang benar hingga menjadi sebuat surat lamaran kerja yang benar. Lalu kirimkan Lewat WhatsApp group ( misal: 3-4-5-8-1-2-6-7)
Your Faithfully ,
BOB BROWN
1
My experiences as ESL teacher at Languages incorporated and Daley City College must be your consideration to give me the opportunity for the position I’m applying. I have been teaching English as Second Language since 2004. My responsibilities between my current job and the position I’m applying are similar. My additional work experience as counselor at Oregon AIDS hotline give me more ability in communicating with people.
2
I can be reached anytime via email or by cell phone, the contact information listed in my resume.I hope that you will consider my application and give me an opportunity to prove my ability to fulfill the position.I look forward to speaking with you about this employment opportunity.
3
Dear Sir / Madame,
4
In response to your advertisement published in the ‘Daily Korean News ’ on June, 22nd ,2019 that your company is looking for a part-time business English instructor. I’m writing to express my interest for a position of a part-time business English instructor based on the recommendation ofmy close friends Adam.
5
June, 22nd, 2019
6
THE PRINCETON REVIEW KOREAMore Co., B/D, 20-9, Yeongdong-daero,– Seoul –South Korea
Analytical exposition is a type of exposition text that begins with a statement that shows the attitudes, opinions, statements or position of the author of the theme discussed then supported by a variety of arguments and closed with affirmation or re-statement about the opinions stated at the beginning.
Social Function
The function of exposition text is to convince the reader or listener that
the theme raised is interesting to discuss through the opinions or arguments
presented
Generic Structure
Thesis: Contains the opinion of the author or speaker on the topic in question.
Argument: Arguments contain opinions that support the main idea. The more opinions written down, the Analytical Exposition Text is more interesting because the reader or listener tends to believe in an event if there are many opinions that support it.
Reiteration/Conclusion : Contains conclusions or restatements of the core ideas submitted
Language Feature
Selain struktur, kamu juga harus tahu tentang language features dalam
penulisan analytical exposition text, Squad. Kaidah kebahasaannya adalah
berikut ini:
Penulisan analytical exposition text menggunakan
simple present tense.
Menggunakan kata-kata yang mengekspresikan
pikiran atau perasaan penulis, contohnya: experience, feel, know, realize,
sense, think, dll.
Menggunakan internal conjunction yaitu kata
penghubung yang menghubungkan argumen di antara dua klausula. Internal
conjunctions dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu
(1) addition (penambahan) Contohnya besides, in addition, further.
(2) Comparisons (perbandingan), seperti but, vice versa, meanwhile, on
the other hand.
(3) Time (waktu), misalnya kata second, then, then, next.
(4) Cause-effect (akibat). Contoh katanya antara lain consequence, as
a result, so, the result.
Menggunakan causal conjunctions (reason–why)
atau sebab-akibat. Misalnya kata as a result, because, by, consequently,
despite, due to, for that reason, dll.
Nomina singular dan plural dengan atau
tanpa a, the, this, those, my, their,
dsb.
3.3.Membedakan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks khusus dalam bentuk teks caption, dengan memberi dan meminta informasi terkait gambar /foto /tabel/grafik/ bagan, sesuai dengan konteks penggunaannya
Membandingkan beberapa caption beserta fotonya dari koran, internet dan media sosial.Merinciunsur-unsur caption, bertanya jawab, dan kemudian menerapkannya untuk menganalisis beberapa caption lainnyaMengidentifikasi beberapa teks information report terkait mata pelajaran lain di Kelas XIIMengidentifikasi bagian-bagian struktur teks report dan mengamati cara penggunaanya, seperti yang dicontohkanMengidentifikasi unsur kebahasaan beberapa teks news item
4.3.1 Menangkap makna secara kontekstual terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks khusus dalam bentuk caption terkait gambar/foto/tabel/grafik/bagan 4.3.2 Menyusun teks khusus dalam bentuk teks caption terkait gambar/foto/tabel/grafik/bagan, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar dan sesuai konteks
Menentukan (informasi rinci terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan pada text khusus berbentuk Caption. (Reading) (P5) Menyusun (construct) teks penyerta gambar (Caption) dari gambar-gambar yang disajikan dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan secara benar dan sesuai konteks. (Writing) (P6) Membuat teks-teks tentang fenomena alam dan fenomena sosial pendek dan sederhana.Mempresentasikan teksnya kepada teman-teman di depan kelas
Defininition : Caption (noun) [kæp.ʃən] is a short piece of text under a picture in a book, magazine, or newspaper that describes the picture or explains what the people in it are doing or saying. Caption means to give illustration or description to a picture, photo, table, diagram or chart.
The purpose of the Text: to explain or elaborate on published photograph, by describing the photograph, giving context, or relating it to the article
Generic Stucture: ( Process – Participants in the process – Circumstances of the process: mostly of place and time, providing context to the picture )
Language Feature of Caption
Use of Grammatically complete sentences: Subject – Verb – Object/Complement – Prepositional Phrases exclamation, question, adjective phrase .
Use of Simple Present Tense in the main sentence, Simple Past Tense in the following sentences.
Use of prepositional phrases to state the circumstances, mostly place and time
Pronunciation, word’s pressure and intonation when presented orally.
5. Kind of Caption
Identification Bar : Hanya menyebutkan subjek yang ada pada foto atau gambar.
Cutline : Menyebutkan subjek yang ada pada foto atau gambar, beserta dengan aktivitas yang dilakukannya.
Summary: Jenis caption ini meliputi subjek pada gambar, kegiatan yang dilakukan, waktu kejadian, lokasi kejadian dan alasan mengapa kegiatan tersebut dilakukan.
Expanded: Mirip seperti jenis caption summary dengan informasi yang lebih lengkap disertai detil bagaimana kejadian tersebut terjadi dan kutipan jika ada.
Group Identification: Hampir sama dengan jenis caption identification namun dengan subjek pada gambar yang lebih dari satu orang.
Quote: Berisi tentang kutipan dari perkataan seseorang yang berhubungan dengan gambar.
6. Example Caption
pictureGraphic TablequoteInfo grafik
7. Analysis of the Language Feature
8.Tugas: Scan barcode atau ketik link untuk mengerjakan tugas berikut.
Visit the following Link: http://bit.ly/2kLHLmh or Scan the barcode
Descriptive text is a text which say what a person or a thing is like. Its purpose is to describe and reveal a particular person, place, or thing. Or a text which presents information about something specifically
Social function of descriptive text are to describe a particular person, place or thing specificall
Struktur Teks
1. Identification: Introduce a particular person or thing or place.
2. Description: Describing physical appearance, quality, behaviour, etc.Dapat mencakup
Identifikasi (nama keseluruhan dan bagian)
Sifat (ukuran, warna, jumlah, bentuk, dsb.)
Fungsi, manfaat, tindakan, kebiasaan
Unsur kebahasaan ( Language Feature)
Using simple present tense, sometime it uses past.
With
its bright white walls and majestic black domes, the 130-year old grand mosque
is a magnificent site. It was here that hundreds of people sought refuge during
the 204 tsunami that flattened most of the landscape of the city. The tsunami
was so damaging, it demolished any structures, old and new, along the way of
the tearing swell. This is a fact that gives significance to the Grand Mosque
of Baiturrahman in the city of Banda Aceh. It is more than just a masterpiece
of Islamic architecture in the nation, its survival from the tsunami is viewed
by many residents as a direct intervention from the divine.
Royal
scripture has it that the mosque was firstly built from wood in 1612 under the
reign of Sultan Iskandar Muda. Some say that it was built even earlier in 1292
by Sultan Alaidin Mahmudsyah. During the Aceh war in 1873, the mosque was burnt
to the ground. Realizing the value and its importance to the people of Aceh, in
1879, Major General Vander acting as current military general, rebuilt the
mosque as it was once promised by Governor General Van Lansberge in 1877. Two
more domes were added by the Dutch in 1936 and another two by the Indonesian
government in 1957.
The
Grand Mosque of Baiturrahman is located in the center of the city of Banda
Aceh. Characterized by a 35-meter tower, 7 grand domes and 7 minarets, the
Baiturrahman is probably the prototype for many mosques in Indonesia and
Malaysian peninsula; supersede the layered roofed-style mosque.